https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/issue/feedJurnal Mitrasehat2026-03-03T12:31:26+08:00Muh. Hattalppm.stikmks@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Mitrasehat</strong> merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali pada bulan <strong>Februari,</strong> <strong>Mei, Agustus</strong> dan <strong>November </strong>oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakata (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar sejak tahun 2011, dengan p-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1320899661" target="_blank" rel="noopener"><strong>2089-2551</strong></a> dan e-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1516079301" target="_blank" rel="noopener"><strong>2615-143X</strong></a>. Jurnal ini bekerjasama dengan Lembaga Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional XII Sulawesi.</p> <p style="text-align: justify;">Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (<em>original article research paper) </em>dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi <strong>Ilmu Kesehatan Masyarakat</strong> yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta <strong>Ilmu Keperawatan</strong> yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.</p>https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/572PERBEDAAN PARAMETER HEMODINAMIK PADA PEMASANGAN LMA DAN ETT DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA2026-03-03T12:31:26+08:00Putri Komalasari Rumodarputrirumodar93@gmail.comJoko Murdiyantoputrikrumodar@gmail.comEndah Tri Wulandariputrikrumodar@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Pemasangan <em>laryngeal mask airway</em> (LMA) dan <em>endotracheal tube</em> (ETT) dalam anestesi umum dapat memicu respons simpatis yang berpengaruh pada perubahan parameter hemodinamik seperti tekanan darah dan denyut jantung.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Mengetahui perbedaan parameter hemodinamik pasien selama pemasangan <em>laryngeal mask airway </em>(LMA) dan <em>endotracheal tube</em> (ETT) dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Penelitian ini melibatkan pasien yang menjalani anestesi umum dengan pemasangan LMA dan ETT sebagai sampel. Sampel diperoleh menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, data dikumpulkan melalui lembar observasi dengan mencatat tekanan darah dan denyut jantung sebelum dan setelah pemasangan alat jalan napas. Data dianalisis menggunakan uji <em>Mann-Whitney.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan denyut jantung antara kelompok LMA dan ETT sebelum maupun setelah pemasangan alat jalan napas (p < 0,05). Nilai signifikansi untuk tekanan darah sistolik adalah 0,033 (sebelum) dan 0,004 (sesudah), serta untuk tekanan darah diastolik sebesar 0,000 (sebelum) dan 0,000 (sesudah). Sementara itu, denyut jantung menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 sebelum pemasangan dan 0,000 setelah pemasangan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat perbedaan signifikan parameter hemodinamik antara pemasangan LMA dan ETT pada pasien anestesi umum.</p>2026-02-10T12:32:11+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/577PERAN PEMERINTAH KALURAHAN PARANGTRITIS DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS KELOMPOK RENTAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI2026-03-03T12:30:58+08:00Muhaimin Jazalimuhaiminjazali@gmail.comEndah Tri Wulandarimuhaiminjazali@gmail.comJoko Murdiyantomuhaiminjazali@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama gempa bumi. Kalurahan Parangtritis, yang berada di Kabupaten Bantul, DIY, merupakan salah satu wilayah rawan gempa karena lokasinya dekat dengan zona subduksi dan Samudera Hindia. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas menjadi pihak paling terdampak dalam bencana.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui program yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Prangtritis untuk meningkatkan kapasitas kelompok rentan dalam menghadapi gempa bumi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Populasi sampel yaitu RT, Dukuh, anggota kantor Kalurahan, dan FPRB. Peneliti menentukan informan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu tema I: konsep bencana, tema II: mitigasi bencana, tema III: kesiapsiagaan masyarakat, tema IV: tanggap darurat bencana, tema V: evaluasi pasca bencana. Informan dalam penelitian ini menggambarkan bencana itu ada gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor, abrasi, kekeringan, kebakaran, dan kecelakan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Pemerintah melakukan upaya sosialisasi, pelatihan, pendidikan yang diberikan pada masyarakat dan kelompok rentan, serta pada anak anak sejak dari dini. Selain itu adanya koordinasi dan evaluasi dengan beberapa instansi dan juga dengan kelompok lain pada saat mitigasi ataupun pada saat terjadi bencana gempa bumi.</p>2026-02-10T12:34:30+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/571STUDI KASUS: MANAJEMEN AIRWAY PASIEN RIWAYAT MEROKOK PADA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION DENGAN ANESTESI UMUM2026-03-03T12:30:32+08:00Maretha Asih Rossianamarethaasihrossiana@gmail.comNia Handayanimarethaasihrossiana@gmail.comEndah Tri Wulandarimarethaasihrossiana@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Tingginya prevalensi merokok pada pasien yang menjalani tindakan <em>Open Reduction Internal Fixation</em> (ORIF) dengan anestesi umum meningkatkan risiko gangguan jalan napas, sehingga diperlukan manajemen <em>airway</em> yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga keselamatan pasien.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui manajemen <em>airway</em> pasien riwayat merokok yang dilakukan <em>Open Reduction Internal Fixation </em>(ORIF) menggunakan anestesi umum di RSUD Sleman.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan <em>multiple case study</em>, melibatkan tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani tindakan <em>Open Reduction Internal Fixation</em> (<em>ORIF</em>) dengan anestesi umum di RSUD Sleman, yang dipilih menggunakan teknik <em>nonprobability sampling</em> dengan metode <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan format pengkajian asuhan kepenataan anestesi sesuai standar IPAI sebagai instrumen utama, serta didukung data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan melalui <em>individual case analysis</em> dan <em>cross case analysis</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen<em> airway</em> menggunakan LMA pada tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani <em>Open Reduction Internal Fixation</em> (ORIF) dengan anestesi umum berhasil mengatasi risiko anestesi, termasuk kesulitan intubasi, gangguan respirasi dan kardiovaskular, serta kegawatan jalan napas pasca operasi, dengan hasil akhir kondisi vital stabil dan jalan napas paten.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Manajemen airway pada pasien dengan riwayat merokok yang menjalani prosedur <em>Open Reduction Internal Fixation</em> (ORIF) dengan anestesi umum efektif melalui penggunaan <em>Laryngeal Mask Airway</em> (LMA).</p> <p style="text-align: justify;"> </p>2026-02-10T12:37:17+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/570PENGARUH ROLEPLAY BERBASIS GAME BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL2026-03-03T12:30:05+08:00Salsabilla Felicia Riyantichachafelicia1313@gmail.comEndah Tri Wulandarichachafelicia1313@gmail.comAisyah Nur Azizahchachafelicia1313@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Indonesia termasuk wilayah dengan risiko gempa tinggi. Kurangnya pengetahuan remaja tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) memperparah dampak bencana. SMA Muhammadiyah 1 Bantul belum pernah mendapatkan pelatihan BHD secara langsung.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Mengetahui pengaruh <em>roleplay </em>berbasis<em> game</em> terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang BHD dalam menghadapi risiko gempa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Desain penelitian <em>pra-eksperimental</em> dengan rancangan <em>one-group pretest-posttest</em>. Sampel 152 siswa kelas X dan XI dipilih dengan <em>stratified random sampling</em>. Intervensi berupa edukatif dan roleplay game BHD. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik menggunakan <em>Wilcoxon Signed Ranks Test</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Terdapat peningkatan signifikan (p < 0,05) pada pengetahuan siswa setelah intervensi. Sebelum intervensi, pengetahuan siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, meningkat menjadi cukup hingga baik setelah intervensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Roleplay berbasis game efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang BHD. Sekolah disarankan mengintegrasikan kegiatan <em>roleplay </em>berbasis<em> game</em> secara rutin dalam kurikulum atau program mitigasi bencana. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model <em>intervensi</em> yang lebih terstruktur serta menilai aspek keterampilan <em>psikomotorik</em> BHD secara langsung.</p>2026-02-10T12:39:31+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/621DETERMINASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PENGRAJIN BATU BATA: STUDI EPIDEMIOLOGI DI KABUPATEN GOWA 2026-03-03T12:29:37+08:00HabibiHabibi.abdulkarim@uin-alauddin.ac.idNur Fadiyah Putriputripadiyah@gmail.comEmmi Bujawatiemiime150112@gmail.comNildawatinildawatiahmad@uin-alauddin.ac.id<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan akibat paparan polusi udara di lingkungan kerja, termasuk pada sektor informal seperti industri pembuatan batu bata merah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan berpengaruh terhadap risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah di Dusun Borongrappoa, Kabupaten Gowa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2025 di industri rumahan batu bata merah Dusun Borongrappoa Desa Romanglasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin batu bata merah dan sampel sebanyak 140 responden yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi berusia > 17 tahun, telah bekerja minimal 1 tahun dan tidak sedang dalam keadaan sakit pada saat pengukuran.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,038), masa kerja (p=0,037), durasi kerja (p=0,030), riwayat penyakit paru (p=0,001), dan penggunaan masker (p=0,036) dengan risiko PPOK. Kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,206).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan signifikan pada usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, riwayat penyakit paru, dan penggunaan masker pada risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan merokok dengan risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah. </p>2026-02-10T12:42:56+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/670HUBUNGAN FLEXIBLE WORKING ARRANGEMENT DAN KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PLN NUSANTARA POWER UP PUNAGAYA2026-03-03T12:29:06+08:00Andi Ayumarandiayumar@gmail.comIlham Syamandiayumar@gmail.comGatriyaniandiayumar@gmail.comAndi Yulia Kasmaayulia.kasma@gmail.comSulaimanandiayumar@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong><em>Flexible Working Arrangement</em> adalah sistem kerja yang memberi keleluasaan karyawan menentukan waktu dan lokasi kerja sesuai kebutuhan, tanpa harus mengurangi produktivitas maupun kinerja.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian bertujuan menganalisis hubungan penerapan FWA dan kepuasan kerja dengan tingkat produktivitas karyawan di PT PLN Nusantara Power UP Punagaya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif desain analitik cross-sectional. Lokasi penelitian di PT. PLN Nusantara Power UP Punagaya. Populasi penelitian seluruh karyawan tetap, dengan jumlah sampel 63 orang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis dengan uji alternatif <em>Fisher’s Exact Test.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan ada hubungan antara <em>Flexible Working Arrangement</em> (FWA) dengan produktivitas kerja diperoleh nilai (p = 0,000). Begitu pula, ada hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja diperoleh nilai (p = 0,000). Hal ini berarti terdapat hubungan <em>Flexible Working Arrangement</em> (FWA) dan kepuasan kerja dengan produktivitas kerja karyawan PT. PLN Nusantara Power UP Punagaya<em>.</em></p> <p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penelitian menyimpulkan hubungan antara <em>Flexible Working Arrangement</em> (FWA) dan kepuasan kerja dengan produktivitas karyawan. Disarankan agar perusahaan mengembangkan sistem kerja fleksibel terstruktur dan memperhatikan faktor kepuasan kerja, guna meningkatkan kinerja serta kesejahteraan karyawan secara menyeluruh dan untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperbanyak sampel dan memasukkan variabel lain, seperti motivasi kerja, stres kerja, serta gaya kepemimpinan.</p>2026-02-13T19:52:36+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/655FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG DI TPA KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR2026-03-03T12:28:40+08:00Muhammad Akbar Salchaakbarsalcha88@gmail.comHabibiakbarsalcha88@gmail.comSisilia Geby Paulangakbarsalcha88@gmail.comArni Julianihigiene.perusahaank3@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Dermatitis kontak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami pekerja pemulung akibat paparan langsung bahan iritan di tempat kerja.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Tamangapa, Makassar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik <em>cross-sectional</em> dengan teknik<em> purposive sampling</em> terhadap 160 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji <em>Chi-square</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa 70% responden mengalami gejala dermatitis kontak penelitian ini menunjukan Terdapat hubungan signifikan antara lama kontak (p = 0,000) , penggunaan APD (p = 0,003), serta higiene perorangan (p = 0,000) dengan kejadian gejala dermatitis kontak. Masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan gejala dermatitis kontak (p = 0,066). Kondisi higiene perorangan yang buruk dan penggunaan APD yang kurang tepat meningkatkan risiko pemulung mengalami dermatitis kontak iritan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Perlunya pembatasan lama kontak kerja, peningkatan pemakaian APD lengkap dan sesuai standar, serta perbaikan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan dermatitis kontak pada pemulung di TPA Kelurahan Tamangapa. Disarankan edukasi rutin dan pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan pemulung.</p>2026-02-13T20:40:15+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/629IMPLEMENTASI PENGGUNAAN GYM BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF2026-03-03T12:28:13+08:00Erna Kasimmutiaratolago17@gmail.comMutiara Tolagomutiaratolago17@gmail.comSanghatimutiaratolago17@gmail.comEkayanti Hafidah Ahmadmutiaratolago17@gmail.comMatilda Martha Pasenomutiaratolago17@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Persalinan didefinisikan sebagai periode yang dimulai dari munculnya kontraksi uterus yang teratur hingga terjadinya pengeluaran plasenta. Persalinan dikategorikan sebagai normal apabila kehamilan mencapai usia cukup bulan (37–42 minggu), berlangsung secara spontan, dengan presentasi kepala belakang, durasi persalinan tidak melebihi 18 jam, serta tidak disertai komplikasi pada ibu maupun janin.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Studi kasus ini bertujuan untuk Mengidentifikasi penerapan terapi GYM ball untuk mengurangi nyeri pada pasien persalinan kala 1 fase aktif di RS TK II Pelamonia Makassar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Rancangan yang diaplikasikan dalam penulisan ini adalah studi kasus Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada 2 orang responden.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Setelah dilakukan penelitian pada hari ketiga responden I dan II sebelum dilakukan terapi GYM ball mengalami intensitas nyeri berat dan setelah dilakukan terapi GYM ball tingkat intensitas nyeri menurun menjadi intensitas nyeri sedang.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Setelah melakukan studi kasus, disimpulkan bahwa penggunaan terapi GYM ball dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien post partum normal. Fasilitas kesehatan disarankan untuk menyediakan GYM ball dan memberikan edukasi mengenai penggunaannya sebagai bagian dari persiapan persalinan.</p>2026-02-14T10:35:44+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/674PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HAZOP PADA TEKNISI LISTRIK DI PLN UP3 TUAL2026-03-03T12:27:46+08:00Sri Syatrianisyatrianisri@gmail.comChitra Dewisyatrianisri@gmail.comGloria Maria Rahandekutsyatrianisri@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong><em>Hazard</em> adalah sesuatu yang berpotensi menjadi insiden yang berakibat pada kerugian bagi pekerja maupun perusahaan. Tahun 2022 - 2023 terdapat 17 kasus kecelakaan di PLN UP3 Tual yang terjadi akibat tersengat listrik<strong>, </strong>kecelakaan mekanis dan pekerja jatuh dari ketinggian. Manajemen risiko membantu perusahaan mengidentifikasi dan menganalisis risiko sejak awal sehingga dapat mengatasi risiko tersebut.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode <em>Hazard and Operability Study</em> (HAZOP).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian merupakan studi observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi dan sampel melibatkan seluruh teknisi listrik di PLN UP3 Tual sebanyak 50 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Semua responden adalah laki- laki sebanyak 50 orang (100%), pendidikan terbanyak adalah SMA/SMK sebanyak 31 orang (62%). Terdapat 4 kategori bahaya dari 50 jenis pekerjaan yang telah diklasifikasikan berdasarkan kombinasi nilai <em>likelihood</em> dan <em>consequence</em> sesuai standar Australia, yaitu pekerjaan dengan kategori tertinggi adalah <em>high risk</em> sebanyak 21 (42%) dan kategori terendah adalah <em>extreme risk</em> sebanyak 3 (6%).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Pekerjaan yang dilakukan teknisi tertinggi pada kategori <em>high risk.</em> Pekerjaan kategori <em>high risk</em> harus menjadi prioritas utama dalam tindakan pengendalian, baik dalam rekayasa teknik, alat pelindung diri, maupun prosedur kerja.</p>2026-02-14T11:36:50+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/668EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI DPT DENGAN KECEMASAN IBU PADA ANAK: LITERATUR REVIEW2026-03-03T12:27:20+08:00Aminullahaminullah.makasar@gmail.comDewi Purnama Windasariaminullah.makasar@gmail.comAgustha Telaubunaminullah.makasar@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Efek samping pasca imunisasi ini sering kali menjadi sumber kecemasan bagi sebagian ibu. Dalam beberapa kasus, kecemasan ibu terhadap efek samping imunisasi bahkan menyebabkan penolakan imunisasi, yang berdampak buruk pada cakupan imunisasi nasional dan upaya pencegahan penyakit menular. Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2023, cakupan imunisasi DPT3 nasional mencapai 88,6%.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui bagaimana kecemasan ibu atas efek samping pemberian imunisasi DPT pada anak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>literature review </em>yang bertujuan untuk meringkas berbagai bukti penelitian yang tersedia dalam metode yang beragam, mengidentifikasi kesenjangan penelitian dalam literatur sehingga dapat membantu perencanaan dan pelaksanaan penelitian di masa depan. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 jurnal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Dari beberapa jurnal yang diambil dalam penelitian ini, banyak dari ibu yang mengalami kecemasan ringan akibat dari efek samping imunisasi DPT.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Tingkat kecemasan ibu akibat efek samping dari imunisasi DPT mayoritas mengalami kecemasan ringan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar memperhatikan faktor pendidikan dan pengalaman ibu dengan kejadian kecemasan akibat efek samping imunisasi DPT.</p>2026-02-16T13:50:21+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/676HUBUNGAN PENGALAMAN BULLYING DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA SMP2026-03-03T12:26:53+08:00Andi Wahyuniandiwahyunins@gmail.comKamarianaandiwahyunins@gmail.comIrma Yunitaandiwahyunins@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Bullying merupakan masalah psikososial yang kerap dialami oleh remaja dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan mental, termasuk menurunnya rasa percaya diri. Remaja yang menjadi korban biasanya menunjukkan perilaku menarik diri, mengalami hambatan dalam bersosialisasi, serta merasa takut untuk menyampaikan pendapat. Menurut catatan WHO pada tahun 2020, kasus perundungan di kalangan remaja masih tergolong tinggi, di mana lebih dari sepertiga remaja Perempuan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pengalaman bullying dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang berada di jenjang SMP.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan statistik berjenis kuantitatif melalui desain observasi analitik yang dilaksanakan pada satu waktu pengambilan data (cross-sectional). Populasi 705 orang dan sampel 226 orang sebagai responden penelitian dengan metode pemilihan sampel secara purposif.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Uji Chi-Square pada analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya keterkaitan bermakna antara perilaku bullying dengan tingkat kepercayaan diri.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara perilaku bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Dengan demikian, dukungan dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya bullying serta membantu memperkuat kepercayaan diri siswa melalui pendampingan psikososial.</p>2026-02-16T14:10:01+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/672IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI2026-03-03T12:26:26+08:00Nur Fadilahnurfadilahnsrl@gmail.comMagdalena Limbongmagdalena.limbong76@gmail.comRicky Zainuddinrickyz.rz22@gmail.comYantimala Mahmudalifkeke67@gamil.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Nyeri pasca operasi apendiktomi merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien dan dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya non-farmakologis yang telah terbukti bermanfaat dalam mengurangi nyeri adalah teknik Slow Deep Breathing (SDB), yaitu latihan pernapasan dalam secara perlahan yang menstimulasi sistem saraf parasimpatis serta menekan aktivitas simpatis tubuh.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Mengimplementasikan slow deep breathing untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 20–50 tahun yang menjalani tindakan apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Intervensi SDB diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi tingkat nyeri menggunakan skala NRS, baik sebelum maupun sesudahintervensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Temuan menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada kedua subjek setelah diberikan intervensi SDB. Pada subjek I, skala nyeri berkurang dari 6 menjadi 3, sedangkan pada subjek II dari 5 menjadi 2. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi, yang mengindikasikan adanya relaksasi fisiologis.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan teknik Slow Deep Breathing terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi apendiktomi. Metode ini dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, sederhana, serta mendukung proses pemulihan pasien.</p>2026-02-18T21:14:55+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/673DEWASA MUDA DI AMBANG HIPERTENSI: ANALISIS PENGARUH GAYA HIDUP DI PUSKESMAS SUDIANG RAYA MAKASSAR2026-03-03T12:26:00+08:00Fadliyahfadliyahfadliyah55@gmail.comHaslianihasliani2828@gmail.comAndi Sri Reski Wuandarifadliahfadliyah55@gmail.com<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol dan kafein terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Perilaku gaya hidup tidak sehat termasuk salah satu faktor resiko dari timbulnya hipertensi. Meningkatnya kejadian hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian Hipertensi pada usia dewasa muda.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian observational analatik dengan pendekatan Retrospektif. Sampel sebanyak 75 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024 di Puskesmas Sudiang Raya Makassar dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai alat ukur. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil analisis uji statistic didapatkan nilai ρ=0.016 yang berarti ρ<α yang menunjukkan ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Sudiang Raya Makassar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penelitian inii yaitu ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi petugas kesehatan diperlukan untuk mengimplementasikan intervensi yang efektif dalam mengubah gaya hidup terutama pada usia dewasa muda.</p>2026-02-18T22:06:55+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/663FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR2026-03-03T12:25:32+08:00Andi Tenriola Fitri Kessiatenriolafky@gmail.comAde Wira Listrianti Latiefade.wira30@gmail.comFitri Fadhillafitrifadhillahila@gmail.com<p>Kelelahan (<em>fatigue</em>) merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan derajat kesehatan tenaga kerja, ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini dapat meningkatkan kesalahan kerja serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir Bus PO Mega Mas Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara singkat terhadap responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan kualitas tidur, waktu istirahat, dan durasi mengemudi dengan tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (<em>p</em> = 0,005) dan antara durasi mengemudi dengan kelelahan kerja (<em>p</em> = 0,035). Sementara itu, waktu istirahat tidak menunjukkan hubungan signifikan (<em>p</em> = 0,334). Berdasarkan temuan ini, disarankan perusahaan menyediakan fasilitas ruang tidur pengemudi yang bersih, sehat, nyaman, dan memiliki suhu yang sesuai. Perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya waktu istirahat serta cara memanfaatkannya secara optimal untuk memulihkan energi dan mengurangi kelelahan. Sopir diharapkan memperhatikan durasi mengemudi, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, serta melakukan peregangan atau latihan ringan setiap kali berhenti. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekakuan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan menurunkan risiko kelelahan kerja.</p>2026-02-20T12:04:38+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehathttps://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/665GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA DI SMAN 5 MAROS2026-03-03T12:25:05+08:00Esse Puji Pawenrusiessepuji@gmail.comHusnul Arbma Burhaniskandarzul43@gmail.comHardiantiiskandarzul43@gmail.comIskandar Zulkarnaeniskandarzul43@gmail.comSitti Nurhadijaht28137030@gs.ncku.edu.tw<p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Data World Health Organization menyebutkan lebih dari 350 juta orang di dunia mengalami stres. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan 80% kasus bunuh diri remaja tahun 2022 berkaitan dengan kegagalan hubungan percintaan. Observasi di SMA Negeri 5 Maros menunjukkan 373 dari 611 siswa pernah mengalami putus cinta dalam setahun terakhir, dengan dampak seperti sulit tidur, hilang semangat, hingga menyakiti diri sendiri.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada remaja yang mengalami putus cinta di SMA Negeri 5 Maros.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Survei deskriptif dengan sampel terdiri dari 193 siswa SMA Negeri 5 Maros yang pernah mengalami putus cinta dalam satu tahun terakhir, dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Breakup Distress Scale (BDS). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Menunjukkan bahwa Sebanyak 76,7% mengalami putus cinta ringan dan 55,4% mengalami stres berat. Mayoritas responden perempuan (63,2%) dan mulai pacaran usia 9–14 tahun (83,2%).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas remaja (55,4%) dari total kasus mengalami stress berat dan menggambarkan putus cinta ringan sebanyak (76,7%) dari total kasus. Intervensi dari guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membantu remaja mengelola stress akibat hubungan romantis.</p>2026-02-20T13:21:24+08:00Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat