https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/issue/feed Jurnal Mitrasehat 2026-09-25T09:54:04+08:00 Muh. Hatta lppm.stikmks@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Mitrasehat</strong> merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali pada bulan <strong>Februari,</strong> <strong>Mei, Agustus</strong> dan <strong>November </strong>oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakata (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar sejak tahun 2011, dengan p-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1320899661" target="_blank" rel="noopener"><strong>2089-2551</strong></a> dan e-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1516079301" target="_blank" rel="noopener"><strong>2615-143X</strong></a>. Jurnal ini bekerjasama dengan Lembaga Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional XII Sulawesi. Fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Keperawatan.</p> https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/739 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG NUTRISI BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO 2026-09-22T09:52:49+08:00 Ade Sriwahyuningsih aswkeb@gmail.com Nurul Sya’bin nurulsyabin@gmail.com Asniah Hartinah asniah.hartinah@gmail.com Nur Fitriyah nur.fitriyah@gmail.com Nurlaila Fitriani nurlaila26@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan stunting adalah pengetahuan ibu tentang nutrisi balita. Pengetahuan yang baik dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sehingga risiko terjadinya stunting dapat diminimalkan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi balita dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Palibelo.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan nutrisi dan lembar observasi status stunting. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (71%) dan balita stunting (61%). Pada kelompok ibu dengan pengetahuan kurang, proporsi balita stunting lebih tinggi (50%) dibandingkan dengan kelompok ibu dengan pengetahuan baik (11%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,003.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi balita dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Palibelo. Peningkatan edukasi gizi kepada ibu perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting.</p> 2024-08-05T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/737 HUBUNGAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO 2026-09-22T09:53:14+08:00 Asniah Hertinah asniahhartinahuh@gmail.com Nur Fitriyah nurfitriyah@gmail.com Nurlaila Fitriani nurlaila@gmail.com Syafaatun Nahdyah syafaatun@gmail.com Aditia Silvia Fazila aditiafazila@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Produksi ASI yang kurang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Salah satu faktor yang berperan dalam produksi ASI adalah pola makan ibu menyusui. Pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi kecukupan energi dan zat gizi yang dibutuhkan selama proses laktasi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan ibu menyusui dengan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Palibelo.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang sebanyak 63 orang (95,5%) dan produksi ASI kurang sebanyak 61 orang (92,4%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,049, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan ibu menyusui dengan produksi ASI.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan berhubungan dengan produksi ASI. Ibu menyusui perlu memenuhi pola makan seimbang untuk mendukung produksi ASI yang optimal.</p> 2024-08-05T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/745 EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT BAYI TRADISIONAL “PE’E ANA” DAN SENTUHAN IBU TERHADAP KENYAMANAN BAYI 2026-09-24T09:54:41+08:00 Ekayanti ekayanti826@gmail.com Jusmawati jusmawati@gmail.com Ade Sriwahyuningsih adesriwahyuningsih@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Kenyamanan bayi merupakan indikator penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, yang dipengaruhi oleh stimulasi fisik dan emosional. Pijat bayi tradisional “Pe’e Ana” sebagai kearifan lokal serta sentuhan ibu diketahui berperan dalam meningkatkan relaksasi, kualitas tidur, dan stabilitas emosi bayi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Menganalisis efektivitas kombinasi pijat bayi tradisional “Pe’e Ana” dan sentuhan ibu terhadap kenyamanan bayi usia 0–6 bulan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan <em>non-equivalent control group pretest-posttest</em>. Sampel sebanyak 60 bayi yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Pengukuran kenyamanan bayi meliputi durasi tidur, frekuensi menangis, dan respons perilaku. Analisis data menggunakan uji <em>paired t-test</em> dan Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan durasi tidur sebesar 2,1 jam, penurunan frekuensi menangis sebesar 2,9 kali per hari, serta peningkatan proporsi bayi dalam kategori tenang sebesar 70,0%. Proporsi bayi yang nyaman pada kelompok intervensi (80,0%) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (50,0%). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,001).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Kombinasi pijat bayi tradisional “Pe’e Ana” dan sentuhan ibu terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan bayi. Intervensi ini dapat menjadi alternatif pendekatan komplementer berbasis kearifan lokal yang mudah diterapkan dalam praktik kebidanan.</p> 2024-08-12T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/726 PENGARUH VIDEO ANIMASI MENSTRUASI TERHADAP KESIAPAN SISWI SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA 2026-09-24T09:54:17+08:00 Fatimah Azzahra Sofianti adibuyup@gmail.com Kresna Agung Yudhianto kresna.agung@gmail.ccom Adi Buyu Prakoso adi.buyu@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Menarche, atau menstruasi pertama, adalah pengalaman penting bagi remaja putri yang sering kali menimbulkan rasa malu, takut, dan kebingungan jika tidak disertai dengan pendidikan yang memadai. Pendidikan menstruasi, khususnya melalui media video animasi, dianggap efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi menarche.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui pengaruh edukasi menstruasi berbasis video animasi terhadap kesiapan menghadapi menstruasi pertama di kalangan siswi di SDN Ngadirejo 01 Kartasura.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p &lt; 0,05), yang menunjukkan bahwa pendidikan video animasi berpengaruh positif terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi menstruasi pertama mereka.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Pendidikan melalui media video animasi efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi menstruasi pertama mereka. Kolaborasi antara sekolah dan tenaga kesehatan sangat penting untuk memberikan pendidikan menstruasi dini dengan pendekatan yang sesuai usia.</p> 2024-08-14T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/746 HUBUNGAN PAPARAN KONTEN PERSALINAN DI MEDIA SOSIAL DENGAN FEAR OF CHILDBIRTH PADA IBU MENJELANG PERSALINAN DI BIMA 2026-09-24T09:53:52+08:00 Jusmawati jusmaafria@gmail.com Ekayanti ekayanti@gmail.com Ade Sriwahyuningsih ade.sriwahyuningsih@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi ibu hamil dalam memperoleh informasi terkait persalinan. Namun, paparan konten yang tidak terfilter, terutama yang bersifat negatif atau traumatis, dapat meningkatkan kecemasan dan fear of childbirth (FOC) pada ibu menjelang persalinan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesiapan mental ibu serta meningkatkan risiko intervensi medis saat persalinan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui hubungan paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth pada ibu menjelang persalinan di Kabupaten Bima.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 80 ibu hamil trimester III dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner paparan media sosial dan Wijma Delivery Expectancy Questionnaire (W-DEQ).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paparan tinggi terhadap konten persalinan di media sosial (61,2%) dan mengalami fear of childbirth kategori sedang hingga tinggi (58,2%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth pada ibu menjelang persalinan di Kabupaten Bima. Paparan konten yang tinggi cenderung meningkatkan tingkat ketakutan ibu terhadap proses persalinan.</p> 2024-08-15T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/748 PENGARUH AROMATERAPI LEMON DAN SENAM HAMIL TERHADAP KADAR GULA IBU HAMIL 2026-09-24T09:53:28+08:00 Kartika Asli julykartika43@gmail.com Ade Sriwahyuningsih adesriwahyuningsih@gmail.com Aditia Silvia Fazila aditiasilvana@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan suatu keadaan intoleransi glukosa pada ibu hamil yang sebelumnya belum pernah didiagnosis menderita diabetes melitus sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah selama kehamilan. Terapi nonfarmakologis untuk mengatasi DMG dengan senam hamil dan aromaterapi lemon.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon dan senam hamil terhadap kadar gula ibu hamil.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Jenis penelitian pra-experimental design dengan desain penelitian pre-test and post-test one group. Populasi penelitian ibu hamil trimester dengan kadar gula darah &gt;140 mg/dL berjumlah 20 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Senam hamil dan aromaterapi lemon dilakukan selama 4 minggu dengan durasi ± 30 menit. Uji statistik paired t-test dengan signifikansi p &lt; 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat perbedaan kadar glukosa ibu hamil setelah intervensi senam hamil dan aromaterapi lemon. Ada pengaruh senam hamil dan aromaterapi lemon terhadap kadar glukosa ibu hamil trimester III.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Aromaterapi lemon dan senam hamil dapat menjadi alternatif asuhan komplementer untuk mencegah DMG.</p> 2024-08-16T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/747 PENGARUH KONSUMSI SAYUR BENING DAUN MARUNGGE (KELOR) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS 2026-09-24T09:53:05+08:00 Muldaniyah niamilda33@gmail.com Ade Sriwahyuningsih ade.sriwahyuningsih@gmail.com Aditia Silvia Fazila aditia.silvia@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Hambatan utama kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah persepsi ibu mengenai ketidaklancaran produksi ASI pada masa nifas. Tanaman kelor (<em>Moringa oleifera</em>) dikenal secara empiris sebagai pangan fungsional yang kaya akan nutrisi dan senyawa galaktagogu untuk menstimulasi laktogenesis.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>&nbsp;Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur bening daun marungge terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Posyandu Asoka 1.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan <em>Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design)</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan uji parametrik <em>paired t-test</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Sebelum intervensi, mayoritas responden (80%) mengalami ASI tidak lancar, yang kemudian meningkat secara signifikan menjadi lancar (83,30%) setelah intervensi. Hasil uji bivariat menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh parameter laktasi setelah mengonsumsi sayur bening daun marungge, meliputi: volume produksi ASI meningkat dari 45,50 menjadi 82,33 ml/sesi perah (<em>p</em>=0,002); frekuensi menyusui meningkat dari 6,20 menjadi 10,5 kali/hari (<em>p</em>=0,000); dan durasi tidur bayi setelah menyusu memperlihatkan perpanjangan dari 1,45 menjadi 2,80 jam (<em>p</em>=0,000).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Konsumsi sayur bening daun marungge terbukti efektif meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Peningkatan laktasi ini didorong oleh kandungan senyawa fitokimia (flavonoid dan saponin) serta zat besi yang menstimulasi hormon prolaktin, sehingga dapat dijadikan intervensi pangan lokal yang aman untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.</p> 2024-08-19T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/744 PENGARUH KONSUMSI MINA SARUA TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I PADA IBU BERSALIN DI BIMA 2026-09-25T09:53:44+08:00 Ade Sriwahyuningsih aswkeb@gmail.com Jusmawati jusmawati@gmail.com Ekayanti ekayanti@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Lama persalinan kala I merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan keberhasilan proses persalinan. Persalinan yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi selama persalinan melalui pemanfaatan kearifan lokal seperti mina sarua yang kaya akan energi dan protein.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi mina sarua terhadap lama persalinan kala I pada ibu bersalin di Bima.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan posttest-only control group design. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bolo pada bulan Januari–Maret 2026. Populasi sebanyak 60 ibu bersalin dengan sampel 40 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan partograf dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi mengalami persalinan normal (80,0%), sedangkan pada kelompok kontrol hanya 50,0%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,002 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi mina sarua terhadap lama persalinan kala I.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Konsumsi mina sarua berpengaruh terhadap percepatan lama persalinan kala I pada ibu bersalin di Bima.</p> 2024-08-19T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/738 HUBUNGAN USIA IBU MENIKAH DENGAN RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO 2026-09-25T09:53:24+08:00 Nurul Sya'bin n.syabin@gmail.com Resti Dona Saputri resti.dona@gmail.com Erlina Fauzia erlina.fauzia@gmail.com Wahidah wahidah@gmail.com Muldaniyah muldaniyah@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas kesehatan jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan risiko stunting adalah usia menikah ibu, karena usia menikah yang terlalu muda dapat memengaruhi kesiapan reproduksi, pengetahuan pengasuhan, dan pemenuhan gizi anak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menikah ibu dengan risiko stunting pada anak.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menikah pada usia ≥ 20 tahun sebanyak 83 responden (83%), sedangkan responden yang menikah pada usia &lt; 20 tahun sebanyak 17 responden (17%). Sebagian besar balita tidak berisiko stunting sebanyak 90 responden (90%), sedangkan balita berisiko stunting sebanyak 10 responden (10%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,079 atau p &gt; 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia menikah ibu dengan risiko stunting pada anak. Pencegahan stunting perlu dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, perbaikan pola asuh, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.</p> 2024-08-20T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/742 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA SMA NEGERI 2 DONGGO 2026-09-25T09:54:04+08:00 Resti Dona Saputri restidona28@gmail.com Ekayanti ekayanti@gmail.com Jusmawati jusmawati@gmail.com Kartika Asli kastika.asli@gmail.com Aditia Silvia Fazila aditia.silvia@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Perilaku seksual berisiko pada remaja menjadi perhatian dunia karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan infeksi HIV/AIDS.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual berisiko di SMA Negeri 2 Donggo.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 responden kelas X dan XI SMA Negeri 2 Donggo dan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Spearman correlation</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Uji <em>Spearman correlation</em> menunjukkan nilai p-value 0,01 (&lt;0,05).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual berisiko di SMA Negeri 2 Donggo. Peningkatan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko.</p> 2024-08-19T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/740 PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MONTA 2026-09-25T09:53:05+08:00 Syafaatun Nahdyah syafaatunnahdyah@stikesyahyabima.ac.id Nur Fitriyah asniishaka2@gmail.com Asniah Hartinah asniishaka2@gmail.com Nurlaila Fitriani asniishaka2@gmail.com Nurul Sya’bin n.syabin@gmail.com <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> pengetahuan ibu tentang ANC akan memengaruhi seorang ibu dalam melakukan kunjungan ANC. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang ANC menjadikan frekuensi kunjungan ANC tidak sesuai dengan standar, padahal asuhan antenatal untuk ibu hamil sangat bermanfaat. Dengan kunjungan ANC, berarti ibu mendapatkan konseling berupa nasihat dan petunjuk tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya, serta berusaha menetapkan penggolongan kehamilan dengan faktor risiko atau risiko tinggi, atau menentukan pertolongan persalinan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang <em>Antenatal Care</em> (ANC) dengan kepatuhan melakukan kunjungan ANC sesuai standar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 72 responden. Data diperoleh dari kuesioner dan analisis secara univariat. Analisis univariat berupa distribusi frekuensi disajikan dalam bentuk tabel.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> sebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pemeriksaan antenatal care (ANC) yaitu sebanyak 36 responden (50%), responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang pemeriksaan antenatal care (ANC) yaitu sebanyak 22 responden (30,6%) dan responden yang mempunyai pengetahuan kurang tentang pemeriksaan antenatal care (ANC) yaitu sebanyak 14 orang (19,4%).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan cukup tentang pemeriksaan antenatal care (ANC), yaitu sebanyak 36 responden (50,0%).</p> 2024-08-20T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat