Jurnal Mitrasehat https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Mitrasehat</strong> merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan setiap tiga bulan sekali pada bulan <strong>Februari,</strong> <strong>Mei, Agustus</strong> dan <strong>November </strong>oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakata (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar sejak tahun 2011, dengan p-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1320899661" target="_blank" rel="noopener"><strong>2089-2551</strong></a> dan e-ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1516079301" target="_blank" rel="noopener"><strong>2615-143X</strong></a>. Jurnal ini bekerjasama dengan Lembaga Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional XII Sulawesi. Fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Keperawatan.</p> LPPM STIK Makassar en-US Jurnal Mitrasehat 2089-2551 ANALISIS HAMABATAN RME TERHADAP KINERJA PETUGAS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE TAM DI RS ADI HUSADA KAPASARI https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/751 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Pengalihan rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME) sangat penting untuk digitalisasi rumah sakit, meskipun praktiknya sering terhambat kendala operasional. Hambatan sistem ini bisa diukur menggunakan lima dimensi dalam metode <em>Technology Acceptance Model</em> (TAM).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan RME dengan pendekatan TAM, kinerja petugas, serta pengaruh hambatan tersebut terhadap kinerja petugas di Unit Rawat Jalan RS Adi Husada Kapasari Surabaya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Riset kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 38 tenaga kesehatan yang dipilih lewat <em>simple random sampling.</em> Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala ordinal, lalu diuji statistik memakai rumus <em>Spearman's Rho</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Hasil analisis menunjukkan mayoritas petugas hanya merasakan hambatan RME pada tingkat rendah (68,4%), dan kinerja mereka sebagian besar masuk kategori baik (94,7%). Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi 0,479 dengan koefisien korelasi -0,118 (p &gt; 0,05). Hal ini membuktikan bahwa kendala sistem digital tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja petugas di lapangan karena adanya kepatuhan yang tinggi pada SOP.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Tidak terdapat pengaruh signifikan antara hambatan RME dengan kinerja petugas kesehatan karena kendala sistem digital bukan penentu turunnya mutu pelayanan, melainkan performa kerja tetap terjaga optimal berkat dorongan tanggung jawab moral terhadap keselamatan pasien serta kepatuhan ketat pada SOP rumah sakit.</p> Adelia Aprilia Purnomo Rukmini Siti Nur Qomariah Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-01 2026-08-01 16 3 284 294 10.51171/jms.v16i2.751 HUBUNGAN RESPONSIVENESS PELAYANAN ADMINISTRASI DIGITAL PADA KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/752 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang:</strong> Mutu pelayanan rumah sakit dapat dinilai melalui tingkat kepuasan orang tua pasien anak, termasuk pada pelayanan administrasi berbasis digital yang semakin berkembang. Pelayanan administrasi digital yang berkualitas diharapkan mampu memberikan kemudahan, ketepatan informasi, dan respons yang cepat sehingga meningkatkan kepuasan pengguna layanan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Menganalisis sejauh mana kontribusi dimensi <em>responsiveness</em> dalam layanan administrasi digital terhadap kepuasan orang tua selama masa rawat inap anak di RS Adi Husada Kapasari Surabaya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode:</strong> Pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> digunakan dalam penelitian ini. Dari total populasi 43 orang tua pasien anak, diambil sampel sebanyak 30 responden melalui teknik <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 0,05.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Nilai <em>p</em> = 0,033 dan koefisien korelasi <em>r</em> = 0,391 menunjukkan bahwa dimensi <em>responsiveness</em> mempunyai hubungan bermakna terhadap kepuasan keluarga pasien di unit rawat inap anak. Secara menyeluruh, tingkat kepuasan wali pasien dan kualitas implementasi sistem administrasi berbasis digital sama-sama berada pada kategori cukup.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan: </strong>Kualitas ketanggapan petugas dalam pelayanan administrasi digital memberikan kontribusi terhadap kepuasan orang tua pasien anak di unit rawat inap anak RS Adi Husada Kapasari Surabaya.</p> Alisa Putri Handoko Rukmini Afif Kurniawan Siti Hardiyanti Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-01 2026-08-01 16 3 295 301 10.51171/jms.v16i2.752 MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA FASE EMERGENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/687 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dengan sumber daya terbatas. Fase emergensi atau 72 jam pertama setelah kejadian luka bakar merupakan periode kritis yang menentukan keselamatan dan pemulihan jangka panjang pasien. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi berat seperti syok hipovolemik, infeksi sistemik, dan kegagalan organ.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Untuk mengkaji manajemen awal luka bakar pada fase emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan bukti ilmiah terkini.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> <em>literature review</em> dengan menelaah artikel dari database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Artikel yang dipilih membahas tindakan awal seperti stabilisasi jalan napas, pemberian cairan resusitasi, pengelolaan nyeri, serta evaluasi luas luka menggunakan metode klinis standar.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>kajian menunjukkan bahwa penerapan protokol seperti pendekatan ABCDE dan rumus Parkland sangat efektif dalam menurunkan risiko komplikasi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Manajemen awal yang tepat pada fase emergensi di IGD sangat penting dalam menentukan keberhasilan penanganan luka bakar, dan perlu didukung oleh kompetensi tenaga medis, pelatihan berkelanjutan, serta sistem rujukan yang efisien.</p> Yustina Labok Trivana Enjelin Jitmau Fransiska Novita Sari Abelia Dama Rosalia Sermatan Riska Nasir Pipin Purnama Zein S Mahajani Renaldi M Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-01 2026-08-01 16 3 302 312 10.51171/jms.v16i2.687 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMP KARTIKA XX-2 MAKASSAR https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/753 <p>Keputihan (<em>fluor albus</em>) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak dicegah dengan perilaku higiene yang baik. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi diyakini berperan dalam membentuk perilaku pencegahan keputihan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP Kartika XX-2 Makassar.</p> <p>Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (62,1%) dan perilaku pencegahan keputihan kategori cukup (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri (p=0,681).</p> <p>Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keputihan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan <em>personal hygiene</em>, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan akses informasi kesehatan. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan reproduksi di sekolah perlu mengintegrasikan peningkatan pengetahuan dengan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat agar pencegahan keputihan dapat dilakukan secara optimal.</p> Chitra Dewi Marisna Eka Yulianita Muhammad Syahrir Renaldi. M Muti Sahida Yosina Naomi Leterulu Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-02 2026-08-02 16 3 313 321 10.51171/jms.v16i3.753 PENGARUH PEMBERIAN VIDEO EDUKASI TERHADAP PERSIAPAN MENARCHE DI SDN BAWAKARAENG I MAKASSAR https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/767 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang<em>:</em></strong><em> Menarche </em>atau menstruasi pertama merupakan fase yang menandai sistem reproduksi pada perempuan telah matang. Kurangnya informasi mengenai perubahan yang terjadi saat <em>menarche </em>menyebabkan ketidaksiapan, kecemasan serta kesalahan dalam menjaga sistem reproduksi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan<em>:</em></strong> Menganalisis pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan terkait persiapan menarche pada anak usia Sekolah Dasar.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode<em>:</em></strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>pre eksperimen </em>dengan pendekatan <em>One group Pretest-posttest.</em> Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap dan literasi kesehatan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Wilcoxon </em>dengan tingkat kemaknaan α=0,05<em>.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil<em>:</em></strong> Terdapat peningkatan pada seluruh variabel setelah intervensi. Skor pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan pada <em>posttest</em> lebih tinggi dibandingkan <em>pretest</em>. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan nilai p&lt;0,001 pada ketiga variabel, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan<em>:</em></strong> Video edukasi efektif meningkatkan persiapan <em>menarche</em> pada anak Sekolah Dasar sehingga layak dipertimbangkan sebagai alternatif pendidikan kesehatan reproduksi. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain kelompok kontrol atau quasi eksperimen untuk mengembangkan video edukasi persiapan menarche pada siswi secara lebih optimal.</p> Rahmawati Suarni Andi Sani Silwanah Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-04 2026-08-04 16 3 322 329 10.51171/jms.v16i3.767 PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG DAMPAK KESEHATAN DARI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/736 <p style="text-align: justify;"><strong>Pendahuluan:</strong> Konsumsi makanan cepat saji semakin meningkat di kalangan remaja karena praktis, mudah diperoleh, dan penyajiannya cepat. Namun, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, serta berbagai gangguan kesehatan. Pengetahuan mengenai dampak makanan cepat saji sangat penting untuk membentuk perilaku konsumsi yang lebih sehat pada mahasiswa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan:</strong> Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai dampak makanan cepat saji di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Dari 48 responden, sebanyak 43 mahasiswa (89,58%) memiliki pengetahuan baik, 4 mahasiswa (8,33%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 mahasiswa (2,09%) memiliki pengetahuan kurang mengenai dampak makanan cepat saji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan yang baik tentang dampak konsumsi makanan cepat saji terhadap kesehatan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai dampak makanan cepat saji.</p> Erniawati Sumarni Haerani Irmayanti Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-04 2026-08-04 16 3 330 338 10.51171/jms.v16i3.736 IMPLEMENTASI EDUKASI NUTRISI TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH KOTA MAKASSAR https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/758 <p><strong>Latar belakang: </strong>Kehamilan merupakan fase fisiologis yang membutuhkan peningkatan asupan nutrisi. Pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi penting untuk mencegah masalah gizi selama kehamilan.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengidentifikasi implementasi edukasi tentang nutrisi terhadap pengetahuan ibu hamil Kelurahan Maccini.</p> <p><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 3 orang ibu hamil trimester I di wilayah Puskesmas Maccini Sawah Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet selama 3 kali kunjungan pada tanggal 26 Juni - 01 Juli 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil studi kasus menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada ketiga responden setelah diberikan implementasi edukasi tentang nutrisi. Sebelum edukasi responden memiliki pengetahuan kurang, setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi baik. Media leaflet memudahkan responden memahami materi tentang nutrisi ibu hamil dan panduan ISI PIRINGKU.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Implementasi edukasi tentang nutrisi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil Kelurahan Maccini di wilayah Puskesmas Maccini Sawah</p> Erna Kasim Sri Aulia Nurul Nisa Sanghati Ekayanti Hafidah Ahmad Andi Tenriola Fitri Kessi Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-14 2026-08-14 16 3 339 346 10.51171/jms.v16i3.758 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KULIT BATANG JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DENGAN KROMATOGRAFI DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/759 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Kulit batang jamblang (Syzygium cumini) diketahui menyimpan beragam senyawa metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat alami, khususnya golongan flavonoid.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak kulit batang Syzygium cumini melalui serangkaian metode kromatografi dan spektroskopi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode: </strong>Sampel diekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%, kemudian difraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Analisis dilakukan melalui skrining fitokimia, spektrofotometri UV-Vis, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), KLT Preparatif (KLTP), KLT dua dimensi, serta kromatografi kolom untuk pemisahan dan identifikasi senyawa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid dan metabolit sekunder lainnya. Analisis UV-Vis memberikan profil serapan yang mendukung keberadaan senyawa flavonoid. KLT, KLTP, KLT dua dimensi, dan kromatografi kolom berhasil memisahkan komponen berdasarkan perbedaan kepolaran sehingga diperoleh fraksi dengan profil senyawa yang lebih spesifik</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong>: Kombinasi metode spektroskopi dan kromatografi efektif dalam mengidentifikasi serta memisahkan senyawa metabolit sekunder, terutama flavonoid, dari kulit batang Syzygium cumini.</p> Suriyanti Alya Nurul Pertiwi Syaikhah Raihanah Herman St. Nur Rezky Auliyah J Abdi Mahdi Della Rossa Ahmad Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-14 2026-08-14 16 3 347 357 10.51171/jms.v16i3.759 HUBUNGAN PENGETAHUAN K3 DENGAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR https://journal.stikmks.ac.id/index.php/a/article/view/763 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar belakang: </strong>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu upaya untuk mewujudkan keamanan dan meminimalkan risiko kecelakaan dan kontaminasi penyakit, baik berupa fisik, mental, maupun emosi terhadap pekerjaan, instansi, masyarakat, dan lingkungan sekitar. 7 Melalui penerapan K3, semua pihak diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan dengan aman dan nyaman.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pengetahuan tenaga medis dengan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Puskesmas Mangarabombang.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Met</strong><strong>ode: </strong>Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mangarabombang pada bulan Agustus–September 2025. Populasi yang digunakan yaitu seluruh tenaga medis sebanyak 107 tenaga medis dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 tenaga medis dengan menggunakan total&nbsp; sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan K3 dan SMK3 diperoleh nilai p = 0.000. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan SMK3 pada Tenaga Medis di Puskesmas Mangarabombang.</p> <p style="font-weight: 400; text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong>: Pengetahuan berkorelasi langsung dengan penerapan sistem manajemen K3 pada tenaga medis dengan nilai p = 0,00. Saran bagi puskesmas adalah untuk menerapkan sistem manajemen K3 secara konsisten dan melakukan pelatihan yang intensif terkait K3.</p> Andi Ayumar Ilham Syam St. Nadia Risma Andi Yulia Kasma Copyright (c) 2026 Jurnal Mitrasehat 2026-08-14 2026-08-14 16 3 358 367 10.51171/jms.v16i3.763