PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION MELALUI EDUKASI FAKTOR RISIKO DAN PERTOLONGAN PERTAMA
Abstract
Latar belakang: Acute Myocardial Infarction (AMI) atau serangan jantung akut merupakan penyebab kematian tertinggi secara global dan nasional. WHO mencatat 17,9 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2019. Faktor risiko utama AMI meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, dan kurang aktivitas fisik. Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung mencapai 1,5%, dan di Lampung meningkat hingga 1,2%. Data Puskesmas Negara Batin menunjukkan kenaikan kasus AMI, sebagian besar terjadi pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol akibat kurangnya pengetahuan.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang risiko terjadinya Acute Myocardial Infarction (AMI).
Metode: Metode Ceramah & Diskusi tanya jawab. Pemaparan materi menggunakan Power Point yang di tampilkan di layar LCD
Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi tentang Acute Myocardial Infarction (AMI) berhasil meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat di wilayah Puskesmas Negara Batin. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan bahwa materi penyuluhan efektif dalam membantu masyarakat memahami risiko, gejala, pencegahan, hingga pertolongan pertama pada serangan jantung.
Kesimpulan: Pemanfaatan media edukasi yang sudah di publikasi di media sosial dan poster, dan materi edukasi yang sudah diberikan ke kader kesehatan turut mendukung keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan.













