CACING SIRNA: MODEL EDUKASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENCEGAHAN KECACINGAN PADA SISWA SDN 63 TOMBOLO
Abstract
Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) atau kecacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kesehatan yang interaktif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan sejak dini.
Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar melalui model edukasi interaktif CACING SIRNA (Cacing Hilang, Anak Sehat dan Gembira).
Metode: Pengabdian dilaksanakan di SDN 63 Tombolo dengan melibatkan 10 siswa menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, permainan edukatif, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, simulasi perilaku hidup bersih dan sehat, kuis interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta.
Hasil: Program menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 30% pada pre-test menjadi 70% pada post-test, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 20% menjadi 10%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, dan mengonsumsi obat cacing secara berkala.
Kesimpulan: Model edukasi interaktif CACING SIRNA efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar serta berpotensi direplikasi sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis sekolah.







