SKRINING KESEHATAN DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA

  • Muhammad Sahlan Zamaa Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Andi Aridhasari Sudirman Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Sitti Zakiyyah Putri Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rahmawati Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Sitti Maryam Bachtiar Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Fitria Hasanuddin Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Abdul Halim Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: Edukasi, Lansia, Penyakit Tidak Menular, Skrining Kesehatan

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan individu dengan umur minimal 60 tahun. Saat ini, negara Indonesia mengalami perubahan demografi dimana jumlah lansia melebihi jumlah penduduk usia anak-anak (balita). Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai penurunan fungsi fisiologis tubuh yang menyebabkan lansia rentan terkena berbagai penyakit.

Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dan meningkatkan pengetahuan lansia melalu edukasi penyakit tidak menular.

Metode: Kegiatan ini dilakukan di Pustu Puskesmas Mamajang, dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta tinggi dan berat badan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi penyakit tidak menular.

Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, dimana sebagian peserta terdeteksi menderita penyakit hipertensi, mengalami masalah gizi (kurus, overweight dan obesitas), peningkatan kolesterol dan asam urat.

Kesimpulan: Kegiatan skrining kesehatan harus dilakukan secara rutin dalam mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan potensial yang dapat terjadi pada lansia. Pemberian edukasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam rangka mencapai derajat kesehatan maksimal.

Published
2026-08-15
How to Cite
Muhammad Sahlan Zamaa, Andi Aridhasari Sudirman, Sitti Zakiyyah Putri, Rahmawati, Sitti Maryam Bachtiar, Fitria Hasanuddin, & Abdul Halim. (2026). SKRINING KESEHATAN DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT), 6(2), 74-81. https://doi.org/10.51171/jgs.v6i2.762