MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN DINI DI KELURAHAN CABENGE
Abstract
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi isu yang berdampak pada kesehatan reproduksi remaja, terutama karena kurangnya pemahaman mengenai risiko kesehatan, psikologis, dan sosial yang dapat ditimbulkannya. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi yang terarah untuk meningkatkan pengetahuan remaja.
Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja sebagai langkah pencegahan pernikahan dini di Kelurahan Cabenge.
Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan pada 31 siswa MTs As’ Adiyah 04 Cabenge menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Intervensi meliputi pre-test, penyuluhan interaktif menggunakan poster dan PowerPoint, sesi diskusi untuk memperjelas materi, serta post-test untuk menilai perubahan pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan.
Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta berada dalam kategori pengetahuan kurang (74,2%), namun setelah edukasi angka tersebut menurun menjadi 12,9%. Sebaliknya, kategori pengetahuan cukup meningkat dari 25,8% menjadi 87,1%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan berperan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja.
Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait risiko pernikahan dini. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka pernikahan dini di Kelurahan Cabenge melalui peningkatan kesadaran dan pengambilan keputusan yang lebih bijak di kalangan remaja.







