PERBEDAAN PARAMETER HEMODINAMIK PADA PEMASANGAN LMA DAN ETT DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

  • Putri Komalasari Rumodar Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Joko Murdiyanto Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Endah Tri Wulandari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Keywords: LMA, ETT, Hemodinamik, Anestesi Umum

Abstract

Latar belakang: Pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dalam anestesi umum dapat memicu respons simpatis yang berpengaruh pada perubahan parameter hemodinamik seperti tekanan darah dan denyut jantung.

Tujuan: Mengetahui perbedaan parameter hemodinamik pasien selama pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan pasien yang menjalani anestesi umum dengan pemasangan LMA dan ETT sebagai sampel. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui lembar observasi dengan mencatat tekanan darah dan denyut jantung sebelum dan setelah pemasangan alat jalan napas. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney.

Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan denyut jantung antara kelompok LMA dan ETT sebelum maupun setelah pemasangan alat jalan napas (p < 0,05). Nilai signifikansi untuk tekanan darah sistolik adalah 0,033 (sebelum) dan 0,004 (sesudah), serta untuk tekanan darah diastolik sebesar 0,000 (sebelum) dan 0,000 (sesudah). Sementara itu, denyut jantung menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 sebelum pemasangan dan 0,000 setelah pemasangan.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan parameter hemodinamik antara pemasangan LMA dan ETT pada pasien anestesi umum.

References

Abdelhakim, Amr Kamal, Abdelrahman Esmail, Khaled Elshafaei, Naser Fadel, and Amr Samir Wahdan. 2024. “LMA vs ETT for Airway Management during General Anesthesia for Surgical Resection of Supratentorial Tumor; a Randomized Controlled Study.” Anaesthesia, Pain and Intensive Care 28(4):744–51. doi: 10.35975/apic.v28i4.2518.
American Society for Anesthesiologists (ASA). 2019. “Minimal Sedation Anxiolysis Responsiveness.” 1–2.
Anggara, Rendi Triananda, and Vita Purnamasari. 2024. “Hubungan Usia Terhadap Lama Waktu Pulih Sadar Pasien Post Operasi General Anestesi : Literature Review The Correlation between Age and Time to Recover Consciously in Patients Post Operative with General Anesthesia.” 2(September):1342–46.
Apfelbaum, Jeffrey L., Carin A. Hagberg, Richard T. Connis, Basem B. Abdelmalak, Madhulika Agarkar, Richard P. Dutton, John E. Fiadjoe, Robert Greif, P. Allan Klock, David Mercier, Sheila N. Myatra, Ellen P. O’Sullivan, William H. Rosenblatt, Massimiliano Sorbello, and Avery Tung. 2022. 2022 American Society of Anesthesiologists Practice Guidelines for Management of the Difficult Airway. Vol. 136.
Ismail, Eman Ahmed, Ahmed Abdelrahman Mostafa, and Mohamed M. Abdelatif. 2022. “Attenuation of Hemodynamic Response to Laryngoscopy and Endotracheal Intubation with Single Dose Dexmedetomidine in Controlled Hypertensive Patients: Prospective Randomized Double-Blind Study.” Ain-Shams Journal of Anesthesiology 14(1). doi: 10.1186/s42077-022-00255-w.
Song, Zhenghuan, Jing Tan, J. I. A. Fang, Qingming Bian, and Lianbing Gu. 2019. “Comparison of Laryngeal Mask Airway and Endotracheal Intubation in Gynecological Cancer Operation.” Oncology Letters 17(2):2344–50. doi: 10.3892/ol.2018.9813.
Published
2026-02-10
How to Cite
Putri Komalasari Rumodar, Joko Murdiyanto, & Endah Tri Wulandari. (2026). PERBEDAAN PARAMETER HEMODINAMIK PADA PEMASANGAN LMA DAN ETT DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA. Jurnal Mitrasehat, 16(1), 1-10. https://doi.org/10.51171/jms.v16i1.572