HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN TRIAGE START PADA MAHASISWA UNTUK MENGHADAPI RISIKO BENCANA GEMPA BUMI
Abstract
Latar belakang: Pada 27 Mei 2006, gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter melanda Jawa Tengah dan Yogyakarta, menewaskan 4.626 orang, melukai 19.202, dan merusak hampir 93 ribu bangunan. Sekitar 1,2 juta jiwa terdampak langsung. Dalam situasi darurat seperti ini, penerapan triage START (Simple Triage and Rapid Treatment) sangat penting untuk memilah korban berdasarkan tingkat cedera, sehingga tenaga medis dapat menentukan prioritas penanganan secara cepat dan efisien di tengah keterbatasan sumber daya.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap keterampilan triage START pada mahasiswa anestesiologi untuk menghadapi risiko bencana gempa bumi.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling jumlah sampel sebanyak 60 responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan uji korelasi dengan menggunakan spearman rank didapatkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 < (0,05). Hasil nilai r 0,467. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (53,3%) sedangkan untuk keterampilan mayoritas mahasiswa memiliki keterampilan yang cukup terampil yaitu sebanyak 38 responden (63,3%).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan keterampilan triase START pada mahasiswa anestesiologi dalam menghadapi bencana gempa bumi. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa agar siap melakukan pertolongan pertama sesuai visi keunggulan kesehatan bencana dalam keperawatan anestesiologi.









