FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR

  • Andi Tenriola Fitri Kessi
  • Ade Wira Listrianti Latief Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Fitri Fadhilla Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
Keywords: Kelelahan, Kualitas Tidur, Waktu Istirahat, Durasi Mengemudi

Abstract

Kelelahan (fatigue) merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan derajat kesehatan tenaga kerja, ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini dapat meningkatkan kesalahan kerja serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir Bus PO Mega Mas Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara singkat terhadap responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan kualitas tidur, waktu istirahat, dan durasi mengemudi dengan tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,005) dan antara durasi mengemudi dengan kelelahan kerja (p = 0,035). Sementara itu, waktu istirahat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,334). Berdasarkan temuan ini, disarankan perusahaan menyediakan fasilitas ruang tidur pengemudi yang bersih, sehat, nyaman, dan memiliki suhu yang sesuai. Perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya waktu istirahat serta cara memanfaatkannya secara optimal untuk memulihkan energi dan mengurangi kelelahan. Sopir diharapkan memperhatikan durasi mengemudi, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, serta melakukan peregangan atau latihan ringan setiap kali berhenti. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekakuan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan menurunkan risiko kelelahan kerja.

References

DAFTAR PUSTAKA

Agisman, F., & Yusra, Z. (2025). Hubungan Kelelahan Berkendara Dengan Perilaku Agresif Pada Pengemudi Bus Akap Di Sumatera Barat. Nusantara: Jurnal Ilmu Sosial , 12 (3), 1256-1261.
Azwar, S. 2018. Waktu istirahat dan kelelahan pada pekerja malam. Jurnal Psikologi Kesehatan, 13(2), 33-40.
Budiawan, W., Prastawa, H., Kusumaninsssgsari, A., & Sari, DN (2020). Pengaruh monotoni, kualitas tidur, psikofisiologi, distraksi, dan kelelahan kerja terhadap tingkat kewaspadaan. Jurnal Teknik Industri , 11 (1), 37-44.
Fahri, A., dkk. 2021. Hubungan pola tidur dengan kelelahan kerja. Jurnal Kesehatan Kerja, 6(1), 6.
Hatasya, KD (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Bus PT. Harapan Indah Medan Tahun 2024 (Disertasi Doktor, UIN Sumatera Utara).
Hikmah, I. N. (2020). Tingkat kebugaran dan kelelahan kerja terhadap kejadian kecelakaan pada pengemudi bus. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(4), 543-554.Juliandi. 2021. Hubungan waktu istirahat dan kelelahan kerja sopir. Jurnal K3 Transportasi, 7(2), 45.
Kacandra, W., Abdullah, A.,& Arifin, V. 2024. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada supir bus penumpang rute Aceh-Medan kota Banda Aceh Tahun 2024, Jurnal Kesehatan Tambusai 5(2), 2774-5848
Kamila, R,S. 2022. Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada supir bus di Pt x tahun 2022. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Kessi, A. T. F., Latief, A. W. L., & Riski, A. 2024. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Sopir Bus PO. Adhi Putra Makassar. Jurnal Berita Kesehatan, 17(2), 142-152.
Kuswana, W. S. 2014. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Bandung: Alfabeta.
Lerman, S.E. 2012 fatigue risk management in the workplace. Journal of occupational and enviromental medicine, 5(2), 1-19
Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurmianto, E. 2008. Ergonomi: Konsep dasar dan aplikasinya. Surabaya: Guna Widya.
Putri Pasaribu. 2024. Kecelakaan lalu lintas di Amerika dan peningkatan kasus 2021. Car and Driver, 6 September 2024.
Rachmadi, S. 2016. Psikologi Kesehatan Kerja. Jakarta: Kencana.
Rahman, A., dkk. 2024. Lama kerja dan dampaknya terhadap kelelahan fisik dan mental. Jurnal Keselamatan Kerja Indonesia, 8(1), 22-28.
Ramdan. 2018. Gejala dan dampak kelelahan kerja pada pekerja industri. Jurnal K3, 10(2), 18.
Rusmila, Elwindra. 2022. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pengemudi bus Transjakarta di DKI Jakarta. Jurnal Persada Husada Indonesia, 9(34), 1-12
Santia, N. 2016. Kelelahan kronis dan dampaknya terhadap produktivitas kerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 16.
Smyth, C. 2012. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI): Validity and reliability. Sleep Medicine Reviews, 16(1), 47-54.
Suma’mur, P. K. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Sagung Seto.
Syamsul, M. A., & Rahmansyah, S. F. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Sopir Rental Antar Kabupaten Morowali Utara Ke Kota Makassar. Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA, 7(2), 23-28.
Tarwaka, dkk. 2004. Ergonomi untuk keselamatan kerja. Surakarta: Harapan Press.
Tarwaka, Solichun HA. 2013. Ergonomi Industri, Dasar-dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja. Edisi Ke-1. Surakarta: Harapan Press.
Tridika, R., Arbi, A., & Andria, D. (2024). Studi Kualitatif Kelelahan Kerja Pada Sopir Bus Di Terminal Tipe A Batoh Kota Banda Aceh. Journal Of Nursing And Public Health, 12(2), 513-521.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Velrawati, D. 2016. Kelelahan kerja dan pengaruhnya terhadap kecelakaan kerja. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Published
2026-02-20
How to Cite
Andi Tenriola Fitri Kessi, Ade Wira Listrianti Latief, & Fitri Fadhilla. (2026). FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR. Jurnal Mitrasehat, 16(1), 143-152. https://doi.org/10.51171/jms.v16i1.663

Most read articles by the same author(s)