IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI
Abstract
Latar belakang: Nyeri pasca operasi apendiktomi merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien dan dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya non-farmakologis yang telah terbukti bermanfaat dalam mengurangi nyeri adalah teknik Slow Deep Breathing (SDB), yaitu latihan pernapasan dalam secara perlahan yang menstimulasi sistem saraf parasimpatis serta menekan aktivitas simpatis tubuh.
Tujuan: Mengimplementasikan slow deep breathing untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 20–50 tahun yang menjalani tindakan apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Intervensi SDB diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi tingkat nyeri menggunakan skala NRS, baik sebelum maupun sesudahintervensi.
Hasil: Temuan menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada kedua subjek setelah diberikan intervensi SDB. Pada subjek I, skala nyeri berkurang dari 6 menjadi 3, sedangkan pada subjek II dari 5 menjadi 2. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi, yang mengindikasikan adanya relaksasi fisiologis.
Kesimpulan: Penerapan teknik Slow Deep Breathing terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi apendiktomi. Metode ini dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, sederhana, serta mendukung proses pemulihan pasien.








