EKSPLORASI FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETANI SAYUR DI DESA KANREAPIA KABUPATEN GOWA

  • Habibi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Dini Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Rusmin Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Bs Titi Haerana Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Keywords: Eksplorasi, Faktor Risiko, Petani Sayur, Soil Transmitted Helminths (STH)

Abstract

Latar belakang: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan malnutrisi, kehilangan darah, dan penurunan produktivitas fisik. Hal ini dapat terjadi karena petani sering bersentuhan langsung dengan tanah yang mengakibatkan mereka rentan terinfeksi STH.

Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi STH pada Petani Sayur di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross-sectional. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan derajat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 90 petani sayur. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling.

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 90 responden, ditemukan bahwa 6 orang (6,7%) terinfeksi STH. Analisis menggunakan uji Fisher Exact menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beberapa faktor yang diteliti dengan kejadian infeksi STH, meliputi tingkat pengetahuan (p=0,416), sikap (p=0,662), tindakan (p=0,085), penggunaan alas kaki (p=0,585), kebiasaan mencuci tangan (p=0,085), kebersihan kuku (p=0,685), serta penggunaan sarung tangan (p=1,000).

Kesimpulan: Temuan penelitian ini mengindikasikan perlunya upaya dari pemerintah untuk memperkuat program edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai STH, khususnya terkait pentingnya konsumsi obat cacing secara rutin. Selain itu, petani sayur diharapkan lebih memperhatikan praktik kebersihan diri, baik saat bekerja maupun dilingkungan rumah, sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan infeksi STH.

Published
2026-05-30
How to Cite
Habibi, Dini, Muhammad Rusmin, & Bs Titi Haerana. (2026). EKSPLORASI FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETANI SAYUR DI DESA KANREAPIA KABUPATEN GOWA. Jurnal Mitrasehat, 16(2), 236-252. https://doi.org/10.51171/jms.v16i2.680