HUBUNGAN LAMA KERJA DAN USIA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA DRIVER GOJEK DI KOTA MAKASSAR
Abstract
Latar belakang: Kelelahan merupakan kondisi yang dialami individu sebagai akibat dari interaksi faktor psikologis dan fisiologis. Keadaan ini ditandai dengan munculnya sensasi letih yang berlebihan, penurunan energi, serta kecenderungan mengantuk, yang umumnya dipicu oleh kurangnya waktu istirahat maupun aktifitas fisik yang berlansung secara terus-menerus.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara duarasi kerja dan usia dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi gojek di Kota Makassar.
Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, yang berjumlah 150 orang.
Hasil: Analisis mengenai hubungan antara durasi kerja dan tingkat kelelahan kerja menunjukkan bahwa berdasarkan uji Chi-Square diperoleh nilai x2 hitung = 1,612 <x2 tabel = 2,706. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dan kelelahan kerja. Selanjutnya, analisis hubungan antara usia dan kelelahan kerja juga memperlihatkan bahwa nilai x2 hitung = 2,915 <x2 tabel = 3,841.
Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara duarsi kerja dan usia dengan Tingkat kelelahan kerja pada pengemudi gojek di Kota Makassar. Disarankan kepada para pengemudi gojek untuk lebih memperhatikan pengaturan waktu kerja agar tidak berlangsung secara menoton dan berkepanjangan, serta memastikan adanya waktu istirahat yang memadai.









