PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI MENGENAI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)
Abstract
Latar belakang: Kanker payudara menduduki peringkat tertinggi dalam angka kejadian dan kematian pada perempuan di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada ukuran, tekstur, serta bentuk payudara. Pemeriksaan payudara membantu deteksi dini kanker payudara, sehingga mengurangi risiko keparahannya.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMA Negeri 4 Kota Baubau.
Metode: Jenis penelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 84 siswi kelas XI tahun 2024, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Selanjutnya, ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pihak sekolah disarankan untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi SADARI secara berkala kepada remaja putri.









