MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA FASE EMERGENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW

  • Yustina Labok Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Trivana Enjelin Jitmau Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Fransiska Novita Sari Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Abelia Dama Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Rosalia Sermatan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Riska Nasir Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Pipin Purnama Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Zein S Mahajani Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Renaldi M Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
Keywords: Luka Bakar, Fase Emergensi, Instalasi Gawat Darurat, Resusitasi Cairan

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dengan sumber daya terbatas. Fase emergensi atau 72 jam pertama setelah kejadian luka bakar merupakan periode kritis yang menentukan keselamatan dan pemulihan jangka panjang pasien. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi berat seperti syok hipovolemik, infeksi sistemik, dan kegagalan organ.

Tujuan: Untuk mengkaji manajemen awal luka bakar pada fase emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan bukti ilmiah terkini.

Metode: literature review dengan menelaah artikel dari database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Artikel yang dipilih membahas tindakan awal seperti stabilisasi jalan napas, pemberian cairan resusitasi, pengelolaan nyeri, serta evaluasi luas luka menggunakan metode klinis standar.

Hasil: kajian menunjukkan bahwa penerapan protokol seperti pendekatan ABCDE dan rumus Parkland sangat efektif dalam menurunkan risiko komplikasi.

Kesimpulan: Manajemen awal yang tepat pada fase emergensi di IGD sangat penting dalam menentukan keberhasilan penanganan luka bakar, dan perlu didukung oleh kompetensi tenaga medis, pelatihan berkelanjutan, serta sistem rujukan yang efisien.

Published
2026-08-01
How to Cite
Yustina Labok, Trivana Enjelin Jitmau, Fransiska Novita Sari, Abelia Dama, Rosalia Sermatan, Riska Nasir, Pipin Purnama, Zein S Mahajani, & M, R. (2026). MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA FASE EMERGENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW. Jurnal Mitrasehat, 16(3), 302-312. https://doi.org/10.51171/jms.v16i2.687