ANALISIS HAMABATAN RME TERHADAP KINERJA PETUGAS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE TAM DI RS ADI HUSADA KAPASARI
Abstract
Latar belakang: Pengalihan rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME) sangat penting untuk digitalisasi rumah sakit, meskipun praktiknya sering terhambat kendala operasional. Hambatan sistem ini bisa diukur menggunakan lima dimensi dalam metode Technology Acceptance Model (TAM).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan RME dengan pendekatan TAM, kinerja petugas, serta pengaruh hambatan tersebut terhadap kinerja petugas di Unit Rawat Jalan RS Adi Husada Kapasari Surabaya.
Metode: Riset kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 38 tenaga kesehatan yang dipilih lewat simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala ordinal, lalu diuji statistik memakai rumus Spearman's Rho.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan mayoritas petugas hanya merasakan hambatan RME pada tingkat rendah (68,4%), dan kinerja mereka sebagian besar masuk kategori baik (94,7%). Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi 0,479 dengan koefisien korelasi -0,118 (p > 0,05). Hal ini membuktikan bahwa kendala sistem digital tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja petugas di lapangan karena adanya kepatuhan yang tinggi pada SOP.
Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh signifikan antara hambatan RME dengan kinerja petugas kesehatan karena kendala sistem digital bukan penentu turunnya mutu pelayanan, melainkan performa kerja tetap terjaga optimal berkat dorongan tanggung jawab moral terhadap keselamatan pasien serta kepatuhan ketat pada SOP rumah sakit.
References
Ismatullah, N. K., Chairunnisah, R., Andriani, H., Qolbi, N., & Rukmana, N. (2025). Analisis Penerimaan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Model Penerimaan Teknologi ( TAM ) di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat Analysis of Electronic Medical Record Acceptance Using Technology. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 11(1), 202–211.
Kassiuw, J. F. M., & Hidayat, B. (2024). Efisiensi Pelayanan Di Instalasi Rawat Jalan Rsud Kebayoran Lama. 10(3). https://doi.org/10.7454/arsi.v10i3.1194
Kementerian Kesehatan. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis.
Laila, M. I. K., Pribadi, M. S. W., Ariyanto, O. S., Yunita, P. N., Rahayu, S. N. T., Pujanggi, W. K. A., & Sutha, D. W. (2024). Faktor Penghambat Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit: Narrative Review. Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 12(1).
Quintary, T. A., & Dewiyani, A. A. I. C. (2025). Analisis Hambatan Implementasi Rekam Medis Elektronik Berbasis Utaut dari Perspektif Perawat dan Bidan di Unit Rawat Inap RSUD Bangil. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2).
Rosmasari, Putra, G. M., & Farid, M. (2024). Penerapan Metode Technology Acceptance Model (TAM) untuk Menganalisis Penerimaan Aplikasi BRImo (Studi Kasus: BRI Wilayah Tana Paser). JURTI, 8(2).
Safitri, R. N., & Widiyanto, W. W. (2025). Electronic medical record acceptance using technology acceptance model at Panti Waluyo Hospital Surakarta. Science Midwifery, 13(4).
Simanjuntak, E., Sitorus, M. S., Lubis, S. P. S., & Sihite, G. A. (2025). Hubungan Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) dengan Kepuasan Petugas Kesehatan di RSU Imelda Pekerja Indonesia. Jurnal Kesehatan Komunitas, 11(November), 536–545.
Simbolon, P., Saragih, P., & Pardede, I. B. Y. (2023). Hubungan Penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan Kepuasan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Jurnal Promotif Preventif, 6(4), 558–563.
WHO. (2006). Medical Record Manual: A Guide For Developing Countries. Filipina.
Widyaningrum, N., Meisari, W. A., Permatasari, A. A., Nuraini, F. A., & Sari, C. F. (2024). Hubungan Kinerja Rekam Medis Elektronik (Metode Pieces) Terhadap Efektivitas Penggunaan Rekam Medis Elektronik Di. Jurnal Kesmas Asclepius, 6(2).









