HUBUNGAN PENGETAHUAN K3 DENGAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR
Abstract
Latar belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu upaya untuk mewujudkan keamanan dan meminimalkan risiko kecelakaan dan kontaminasi penyakit, baik berupa fisik, mental, maupun emosi terhadap pekerjaan, instansi, masyarakat, dan lingkungan sekitar. 7 Melalui penerapan K3, semua pihak diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan dengan aman dan nyaman.
Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pengetahuan tenaga medis dengan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Puskesmas Mangarabombang.
Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mangarabombang pada bulan Agustus–September 2025. Populasi yang digunakan yaitu seluruh tenaga medis sebanyak 107 tenaga medis dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 tenaga medis dengan menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan K3 dan SMK3 diperoleh nilai p = 0.000. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan SMK3 pada Tenaga Medis di Puskesmas Mangarabombang.
Kesimpulan: Pengetahuan berkorelasi langsung dengan penerapan sistem manajemen K3 pada tenaga medis dengan nilai p = 0,00. Saran bagi puskesmas adalah untuk menerapkan sistem manajemen K3 secara konsisten dan melakukan pelatihan yang intensif terkait K3.









