Analisis Faktor Penyebab Low Back Pain pada Pekerja Pandai Besi Pembuat Parang di Desa Bungaiya Kabupaten Kepulauan Selayar

  • Muhammad Azrul Syamsul
  • Sitti Fatimah Rahmansyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
  • Adi Tira STIK Makassar
Keywords: IMT, Lama Kerja, Low Back Pain, Masa Kerja, Postur Kerja

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, di antara sudut iga paling bawah sampai sakrum yang bisa terasa sampai bokong dan paha yang dapat dipengaruhi oleh posisi kerja, masa kerja, lama kerja dan IMT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab low back pain pada pekerja pandai besi pembuat parang di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 33 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara, kuesioner dan observasi yang di analisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara postur kerja (0,000), masa kerja (0,000) dan lama kerja (0,004) dengan keluhan low back pain. Hal ini dikarenakan kursi yang digunakan tidak ergonomis yang membuat tubuh pekerja sering mengalami ketegangan otot serta lama kerja yang tidak efektif membuat punggung menjadi nyeri dan keram pada bahu. Sedangkan IMT (0,089) tidak berpengaruh dengan keluhan low back pain dikarenakan rata-rata pekerja memiliki massa tubuh yang seimbang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara postur kerja, masa kerja, lama kerja dengan keluhan low back pain serta tidak ada pengaruh IMT dengan keluhan low back pain. Disarankan kepada pekerja agar memperbaiki postur kerjanya, pekerja dengan masa kerja yang lama sebaiknya mulai menjaga kesehatannya serta pekerja dengan lama kerja tidak efektif sebaiknya mulai mengurangi intensitas pekerjaanya dengan tidak lembur.

Published
2025-09-30