HUBUNGAN USIA IBU MENIKAH DENGAN RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALIBELO
Abstract
Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas kesehatan jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan risiko stunting adalah usia menikah ibu, karena usia menikah yang terlalu muda dapat memengaruhi kesiapan reproduksi, pengetahuan pengasuhan, dan pemenuhan gizi anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia menikah ibu dengan risiko stunting pada anak.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menikah pada usia ≥ 20 tahun sebanyak 83 responden (83%), sedangkan responden yang menikah pada usia < 20 tahun sebanyak 17 responden (17%). Sebagian besar balita tidak berisiko stunting sebanyak 90 responden (90%), sedangkan balita berisiko stunting sebanyak 10 responden (10%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,079 atau p > 0,05.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia menikah ibu dengan risiko stunting pada anak. Pencegahan stunting perlu dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, perbaikan pola asuh, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima. (2022). Statistik ibu dan anak Kabupaten Bima 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427-451. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X
Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Maternal diet and breastfeeding. Centers for Disease Control and Prevention.
Cleveland Clinic. (2021). Lactation: Breast milk production, how it works. Cleveland Clinic.
de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal & Child Nutrition, 12(Suppl. 1), 12-26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231
Handayani, S., Pratiwi, Y. S., & Fatmawati, N. (2018). Hubungan status gizi ibu nifas dengan produksi ASI. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 6(2), 32-40.
Hart, T. L., Pellegrini, M., & Oberhelman, S. (2022). Nutrition recommendations for a healthy pregnancy and lactation. Fertility and Sterility, 117(6), 1237-1246.
Ilham, Syamdarniati, Romadonika, F., Rusiana, H. P., Hidayati, B. N., Salfarina, A. L., & Safitri, R. P. (2023). Edukasi tentang ASI eksklusif sebagai upaya peningkatan pengetahuan ibu di wilayah kerja Puskesmas Palibelo Kabupaten Bima. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 169-173.
Jumita, J., Sari, L., Umami, D., & Marzalena, R. (2022). Pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kecukupan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Lubuk Durian Bengkulu Utara. Journal of Midwifery, 10(2), 8-17.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). ASI eksklusif 6 bulan. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Puskesmas Palibelo. (2022). Standar pelayanan kesehatan ibu, anak dan remaja. Puskesmas Palibelo Kabupaten Bima.
Putra, K. E. A., Rilyani, R., & Ariyanti, L. (2021). Hubungan pengetahuan status gizi, pola makan dan pantangan makanan dengan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung tahun 2020. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(3).
Radharisnawati, N. K., Kundre, R., & Pondaag, L. (2017). Hubungan pemenuhan kebutuhan gizi ibu dengan kelancaran air susu ibu pada ibu menyusui di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 5(1).
Sanima, S., & Lasri, L. (2017). Hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(3).
Setia, M. S. (2016). Methodology Series Module 3: Cross-Sectional Studies. Indian Journal of Dermatology, 61(3), 261–264.
Suariyani, N. L. P., Arifin, A., & Suryadhi, N. T. (2018). Early marriage as a risk factor for undernutrition among children aged under three years old in Gangga Subdistrict, North Lombok District. Public Health and Preventive Medicine Archive, 6(1), 25-31.
Trisinarti, T., Mutmainna, A., & Kasim, J. (2022). Hubungan manajemen nutrisi ibu menyusui terhadap peningkatan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Moncongloe Kabupaten Maros. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(6).
UNICEF, & World Health Organization. (2023). Global breastfeeding scorecard 2023. UNICEF.
Uvnäs-Moberg, K., Ekström-Bergström, A., Buckley, S., Massarotti, C., Pajalic, Z., Luegmair, K., Kotlowska, A., Lengler, L., Olza, I., Grylka-Baeschlin, S., Leahy-Warren, P., Hadjigeorgiou, E., Villarmea, S., & Dencker, A. (2020). Maternal plasma levels of oxytocin during breastfeeding: A systematic review. PLOS ONE, 15(8), e0235806.
Wang, X., & Cheng, Z. (2020). Cross-Sectional Studies: Strengths, Weaknesses, and Recommendations. Chest, 158(1 Suppl), S65–S71.
World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Adolescent pregnancy. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Breastfeeding. World Health Organization.









