GAMBARAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SD INPRES SAMBUNG JAWA I, II DAN III KOTA MAKASSAR
Abstract
Latar belakang: Banjir merupakan salah satu bencana yang sering melanda Kota Makassar dan berdampak terhadap kegiatan pendidikan, terutama pada sekolah dasar di wilayah rawan genangan. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan peserta didik saat bencana. Namun, pemahaman mengenai kesiapsiagaan banjir masih belum merata, khususnya terkait kebijakan sekolah, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat sekolah mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir di SD Inpres Sambung Jawa I, II, dan III Kota Makassar.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sebanyak 54 guru dan tenaga kependidikan menjadi responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat melalui distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil: Pengetahuan mengenai kebijakan penanggulangan bencana berada pada kategori cukup sebesar 87%. Pengetahuan tentang sistem peringatan dini dan mobilisasi sumber daya masih rendah, masing-masing sebesar 44,4% dan 42,6%. Secara keseluruhan, hanya 24,1% responden berada dalam kategori siap.
Kesimpulan: Kesiapsiagaan masyarakat sekolah dalam menghadapi banjir masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek peringatan dini dan mobilisasi sumber daya. Pelatihan, sosialisasi, dan simulasi bencana secara rutin diperlukan untuk meningkatkan kemampuan respons warga sekolah.









