HUBUNGAN PAPARAN KONTEN PERSALINAN DI MEDIA SOSIAL DENGAN FEAR OF CHILDBIRTH PADA IBU MENJELANG PERSALINAN DI BIMA
Abstract
Latar Belakang: Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi ibu hamil dalam memperoleh informasi terkait persalinan. Namun, paparan konten yang tidak terfilter, terutama yang bersifat negatif atau traumatis, dapat meningkatkan kecemasan dan fear of childbirth (FOC) pada ibu menjelang persalinan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesiapan mental ibu serta meningkatkan risiko intervensi medis saat persalinan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth pada ibu menjelang persalinan di Kabupaten Bima.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 80 ibu hamil trimester III dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner paparan media sosial dan Wijma Delivery Expectancy Questionnaire (W-DEQ).
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paparan tinggi terhadap konten persalinan di media sosial (61,2%) dan mengalami fear of childbirth kategori sedang hingga tinggi (58,2%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paparan konten persalinan di media sosial dengan fear of childbirth pada ibu menjelang persalinan di Kabupaten Bima. Paparan konten yang tinggi cenderung meningkatkan tingkat ketakutan ibu terhadap proses persalinan.









