PENGARUH KONSUMSI SAYUR BENING DAUN MARUNGGE (KELOR) TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS
Abstract
Latar Belakang: Hambatan utama kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah persepsi ibu mengenai ketidaklancaran produksi ASI pada masa nifas. Tanaman kelor (Moringa oleifera) dikenal secara empiris sebagai pangan fungsional yang kaya akan nutrisi dan senyawa galaktagogu untuk menstimulasi laktogenesis.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur bening daun marungge terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Posyandu Asoka 1.
Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji parametrik paired t-test.
Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden (80%) mengalami ASI tidak lancar, yang kemudian meningkat secara signifikan menjadi lancar (83,30%) setelah intervensi. Hasil uji bivariat menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh parameter laktasi setelah mengonsumsi sayur bening daun marungge, meliputi: volume produksi ASI meningkat dari 45,50 menjadi 82,33 ml/sesi perah (p=0,002); frekuensi menyusui meningkat dari 6,20 menjadi 10,5 kali/hari (p=0,000); dan durasi tidur bayi setelah menyusu memperlihatkan perpanjangan dari 1,45 menjadi 2,80 jam (p=0,000).
Kesimpulan: Konsumsi sayur bening daun marungge terbukti efektif meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Peningkatan laktasi ini didorong oleh kandungan senyawa fitokimia (flavonoid dan saponin) serta zat besi yang menstimulasi hormon prolaktin, sehingga dapat dijadikan intervensi pangan lokal yang aman untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.









